Latest Posts

2/03/2009

Gak Jelas



Bingung mau nulis apa lagi............hehehehehe......



read more...

1/31/2009

Tentang Komposisi Yang Bagus

Komposisi dalam dunia fotografi dapat diartikan sebagai keseimbangan antara beberapa unsur-unsur penting pembentuk image. Unsur-unsur penting itu terdiri atas: garis, outline, bentuk objek, warna, dan kontras.

Dalam teori fotografi klasik, harus selalu ada satu titik/objek yang menjadi pusat perhatian utama atau sering disebut sebagai POI (point of interest). Komposisi dalam hal ini adalah penataan posisi, subordinasi, kontras cahaya atau intensitas cahaya pada subjek dibandingkan sekitarnya atau pengaturan sedemikian rupa yang membentuk arah yang membawa perhatian penikmat foto pada titik atau POI tersebut. Masing-masing unsur itu perlu mendapat proporsi yang cukup dan seimbang dengan unsur-unsur lainnya sehingga secara keseluruhan foto menjadi menarik. Perlu adanya keseimbangan antara gelap dan terang, antara bentuk padat dan ruang terbuka atau warna-warna cerah dengan warna-warna redup.

Sementara fotografi modern sudah tidak terlalu kaku dalam mengartikan komposisi. Komposisi diartikan sebagai kreativitas fotografer untuk mengakomodasikan unsur-unsur komposisi klasik yang available untuk menghasilkan pengaruh visual yang mampu menyampaikan pesan perasaan atau expresi anda, atau juga kadang-kadang beberapa fotografer suka menampilkan seni foto yang cenderung eksentrik, tampil beda, lepas dari pakem-pakem yang sudah baku. Terlebih lagi software jaman sekarang, sangat mendukung hal itu.

Tetapi yang jelas, apa pun aliran fotografi yang anda minati, klasik ataupun kontemporer, keseimbangan tetaplah menjadi kata kunci dari pembentukan komposisi image yang indah dan menarik.

Beberapa buku menyebutkan unsur-unsur komposisi sbb :

• Garis
Fotografer yang baik kerap menggunakan garis pada karya-karya mereka untuk membawa perhatian pengamat pada subjek utama. Garis juga dapat menimbulkan kesan kedalaman dan memperlihatkan gerak pada gambar. Ketika garis-garis itu sendiri digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah gambar-gambar menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis-garis itu menjadi dinamis.

• Shape
Salah satu formula paling sederhana yang dapat membuat sebuah foto menarik perhatian adalah dengan memberi prioritas pada sebuah elemen visual. Shape adalah salah satunya. Kita umumnya menganggap shape sebagai outline yang tercipta karena sebuah shape terbentuk, pada intinya, subjek foto, gambar dianggap memiliki kekuatan visual dan kualitas abstrak. Untuk membuat shape menonjol, anda harus mampu memisahkan shape tersebut dari lingkungan sekitarnya atau dari latar belakang yang terlalu ramai. Untuk membuat kontras kuat antara shape dan sekitarnya yang membentuk shape tersebut. Kontras ini dapat terjadi sebagai akibat dari perbedaan gelap terang atau perbedaan warna.

Sebuah shape tentu saja tidak berdiri sendiri. Ketika masuk kedalam sebuah pemandangan yang berisi dua atau lebih shape yang sama, kita juga dapat meng-crop salah satu shape untuk memperkuat kualitas gambar.

• Form
Ketika shape sendiri dapat mengindentifikasikan objek, masih diperlukan form untuk memberi kesan padat dan tiga dimensi. Hal ini merupakan faktor penting untuk menciptakan kesan kedalaman dan realitas. Kualitas ini tercipta dari bentukan cahaya dan tone yang kemudian membentuk garis-garis dari sebuah objek. Faktor penting yang menentukan bagaimana form terbentuk adalah arah dan kualitas cahaya yang mengenai objek tersebut.

• Tekstur
Sebuah foto dengan gambar teksur yang menonjol dapat merupakan sebuah bentuk kreatif dari shape atau pattern. Jika memadai, tekstur akan memberikan realisme pada foto, membawa kedalaman dan kesan tiga dimensi ke subyek anda.

Tekstur dapat terlihat jelas pada dua sisi yang berbeda. Ada tekstur yang dapat ditemukan bila kita mendekatkan diri pada subyek untuk memperbesar apa yang kita lihat, misalnya bila kita ingin memotret tekstur permukaan sehelai daun. Ada pula saat dimana kita harus mundur karena subyek yang kita tuju adalah pemandangan yang sangat luas. Tekstur juga muncul ketika cahaya menerpa sebuah permukaan dengan sudut rendah, membentuk bayangan yang sama dalam area tertentu.

Memotret tekstur dianggap berhasil bila pemotret dapat mengkomunikasikan sedemikian rupa sehingga pengamat foto seolah dapat merasakan permukaan tersebut bila menyentuhnya. Sama seperti pattern, tekstur paling baik ditampilkan dengan beberapa variasi dan nampak melebar hingga keluar batas gambar.

• Patterns
Pattern yang berupa pengulangan shape, garis dan warna adalah elemen visual lainnya yang dapat menjadi unsur penarik perhatian utama. Keberadaan pengulangan itu menimbulkan kesan ritmik dan harmoni dalam gambar. Tapi, terlalu banyak keseragaman akan mengakibatkan gambar menjadi membosankan. Rahasia penggunaan pattern adalah menemukan variasi yang mampu menangkap perhatian pemerhati.

Pattern biasanya paling baik diungkapkan dengan merata. Walaupun pencahayaan dan sudut bidikan kamera membuat sebuah gambar cenderung kurang kesan kedalamannya dan memungkinkan sesuatu yang berulangkali menjadi menonjol.

Berbekal dengan prinsip-prinsip komposisi di atas, berikut ada beberapa jurus manjur yang bisa diterapkan untuk menciptaknan image berkomposisi menarik:

• Rule of thirds
Bayangkan ada garis-garis panduan yang membentuk sembilan buah empat persegi panjang yang sama besar pada sebuah gambar. Elemen-elemen gambar yang muncul di sudut-sudut persegi panjang pusat akan mendapat daya tarik maksimum.

• Format : Horizon atau Vertikal
Proporsi empat persegi panjang pada viewinder memungkinkan kita untuk melakukan pemotretan dalam format landscape/horizontal atau vertikal/portrait. Perbedaan pengambilan format dapat menimbulkan efek berbeda pada komposisi akhir. Lihatlah pada jendela bidik secara horizontal maupun vertikal dan tentukan keputusan kreatif untuk hasil terbaik.

• Keep it simple
Dalam beberapa keadaan, pilihan terbaik adalah keep it simple. Sangat sulit bagi orang yang melihat sebuah foto apabila terlalu banyak titik yang menarik perhatian. Umumnya makin ?ramai? sebuah gambar, makin kurang menarik gambar itu. Cobalah berkonsentrasi pada satu titik perhatian dan maksimalkan daya tariknya.

• Picture scale
Sebuah gambar yang nampak biasa namun menjadi menarik karena ada sebuah titik kecil yang menarik perhatian. Dengan pemotretan landscape atau monument, kembangkan daya tarik pemotretan dengan menambahkan obyek yang diketahui besarnya sebagai titik perhatian untuk memberikan kesan perbandingan skala.

• Horizons
Merubah keseimbangan langit dan tanah dapat mengubah pemandangan gambar secara radikal. Bila gambar hampir dipenuhi oleh langit akan memberikan kesan polos terbuka dan lebar tapi bila langit hanya disisakan sedikit di bagian atas gambar, akan timbul kesan penuh.

• Leading lines
Garis yang membawa mata orang yang melihat foto ke dalam gambar atau melintas gambar. Garis-garis yang terlihat secara fisik misalnya marka jalan atau tidak terlihat secara langsung misalnya bayangan, refleksi.

Umumnya garis-garis ini berbentuk :

• Be different
Barangkali ada bidikan-bidikan lain yang dapat diambil selain pendekatan dari depan dan memotret paralel ke tanah. Bergerak mendekat dari yang diduga seringkali menghasilkan efek yang menarik.

• Colour
Membuat bagian dari gambar menonjol dari background. Cara utama untuk memperoleh hal ini adalah memperoleh subyek yang warna atau nadanya berbeda secara radikal dengan background.

• Framing
Bila subyek secara khusus mempunyai bentuk yang kuat, penuh frame dengan subyek. Baik itu dengan cara menggunakan lensa dengan fokus lebih panjang atau bergerak mendekati subyek.

• Shooting position
Ketika kita merasa jenuh dengan komposisi yang itu-itu saja, cobalah meurbah sudut pandang sepenuhnya. Misalnya posisi duduk ke posisi berdiri atau pengambilan bidikan dari atas atau bawah dari subyek.

• Number of subject
Pemotretan dengan banyak subyek yang relatif seragam, kurang menarik dari pandangan komposisi. Temukanlah salah satu subyek yang ‘berbeda’ diantara sekian banyak subyek tersebut. Berbeda diartikan berbeda gerakan, bentuk dan warna.
Semoga Bermamfaat..........
read more...

1/30/2009

Work with Natural Light

Special Issue: Work with Natural Light for Interior Photography.

Ketika sampai di lokasi tujuan, sebaiknya jangan langsung memotret. Sebaiknya letakkan dulu tas kamera, tripod, dan semua perlengkapan fotografi anda. Dan mulailan melihat-lihat sekeliling (di dalam dan di luar) terlebih dahulu. Anda perlu merasakan situasinya sebelum anda mulai memegang photography equipment anda.

Beberapa orang bahkan pernah saya liat suka keliling dengan membentangkan ibu jari dan telunjuknya (membentuk sudut 90 derajat - bak pelukis perancis) untuk framing up any available shots. Mungkin tehnik ini terlihat agak norak, atau berlebihan. Tetapi saya pernah mencoba, dan itu sangat membantu dalam pembentukan visual mindset saya.
Tetaplah melihat-lihat, dan berjalan. Hampiri setiap sudut ruangan, lihat dari sudut yang agak rendah, agak tinggi, lebih dekat, perhatikan setiap detail yang ada, dan ingat itu semua. Temukan apa yang anda suka, dan apa yang anda tidak suka. Tugas anda adalah mengingat hal-hal yang sudah anda rasakan saat mulai memotret.


Ingat, Anda berada di sana TIDAK HANYA MEMOTRET, anda berada di sana juga untuk menyenangkan diri anda dan berbagi dengan yang lainya dengan temuan-temuan yang cantik dan menarik.

Setelah anda merasa cukup bersemangat dengan visual delights yang akan anda capture, mulailah putuskan dari mana anda akan memulainya. Tentukan di mana dan seberapa rendah atau tinggi angle yang akan dipakai untuk mendapatkan best feeling tentang scene itu, dan posisikanlah tripod anda. Cobalah beberapa tehnik seperti tilt, pan, zoom dan beberapa pilihan titik focus. Apakah hasilnya sudah sebaik seperti yang sedang anda rasakan dengan scene itu? Berilah perhatian pada furniture dan accessories lainnya. Kadang-kadang ada bagian-bagian tertentu yang perlu dihilangkan dari frame, atau ditambahkan (tentunya dengan memindah-mindahkan accessories itu, atau dengan merubah angle kamera ataupun zooming in-out.
Di interior photography, saya banyak melihat istilah ‘less is more’ juga sangat membantu dalam menciptakan foto-foto indah. Saya lebih banyak menghilangkan (meminimalisir) beberapa objek dari frame. Karena tujuannya adalah memciptakan pernyataan yang jelas dengan gambar, bukannya pameran banyak barang. Tetaplah melihat viewfinder anda dan buat beberapa penyesuaian di kamera anda, sampai keseluruhan komposisi tampak jelas, sederhana, dan tentunya bagus dalam pandangan anda.

Sekarang yang perlu diperhatikan adalah lighting. Ini sangat penting. Dan sangat dominan dalam penciptaan photo-photo bagus. Sesuai judul topik ini, di sini tidak akan saya ulas tentang penggunaan sumber lighting tambahan, termasuk flash body. Tentunya sangat diharapkan ruangan cukup mendapat sinar dari cahaya alami jendela.

Beberapa photographer lebih suka kalau lampu-lampu kamar dimatikan. semua uplight dan downlightnya, guna menghindari warna-warna kuning-orange di foto. ( Tetapi, dari pengalaman dan beberapa kali test, saya lebih suka perpaduan keduannya: natural light dan available room light. warna kuning-orange bisa di-desaturate di pc).

Ok, sesuai konsep awal, mari kita matikan lampu-lampu itu demi mendapatkan cahaya yang benar-benar murni cahaya alami yang masuk lewat jendela dan pintu. Cahaya alami yang masuk lewat jendela, walaupun dalam cuaca mendung, akan hampir selalu be adequate dan gorgeous.

Ada satu hal penting yang harus dipahami. Di hasil foto, jendela akan sering terlihat sangat sangat terang, sering diistilahkan sebagai over bright atau blown out. Ini terjadi karena memang cahaya di luar jauh lebih terang daripada cahaya di dalam ruangan. Bahkan kadang-kadang gorden putih sekalipun akan tampak hilang dalam brightness itu. Beberapa photographer menyukai efek ini, karena ada kekuatan dan kesanspiritual feeling dari cahaya luar tadi yang menyebar ke dalam ruangan dan memberi efek dramatis ke masing masing komponen interior.
Set ISO kamera ke angka 100 atau 200. Sekali lagi cek komposisi, fokuskan lensa, dan perhatikan light meter di viewfinder anda. Cobalah buat paling sedikit 5-6 seri foto dengan exposure yang berbeda-beda, karena dalam situasi cahaya kontras seperti ini, light meter anda bukan jaminan hasil bagus, karena light meter hanya memberi saran untuk normal situation.

Jadi berapakah exposure yang tepat? lihat hasil 6 seri foto test tadi. manakah dari ke enam test tadi yang hasilnya paling mendekati ideal menurut anda. Dalam hal ini, exposure dengan hasil bagus, biasanya lebih terang dari apa yang ditunjukkan oleh light meter. Untuk mengangkat brightness foto dengan memperpanjang shutter speed and ke 1/4, 1/2, 1 detik atau bahkan lebih. Selalu pelajari hasil photo di viewfinder anda guna mendapatkan hasil kombinasi setingan yang terbaik.

Old tips: Di situasi normal (bright day), exposure rata-rata biasanya di set ke f/8 1/4 detik. Sedangkan di situasi agak redup, exposure rata-rata di set ke f/5.6 1 detik.
Selamat Mencoba.

read more...

Candid Photography

Candid photography adalah salah satu jenis atau boleh dibilang aliran photography yang lebih menitikberatkan perhatian pada spontanitas daripada tehnik, lebih kepada moment yg ditankap kamera secara spontan, daripada situasi yang sudah ditata untuk tujuan fotografi denga setup kamera dan lighting yang lenkap (terkonsep rapi). Candid photography didefinisikan sebagai jenis fotografi yang un-posed dan tak terencanakan, spontan dan unobtrusive.

Ini nyaris berlawanan dengan fotografi klasik yang memasukkan seluruh aspek fotografi seperti studio portrait fotografi, landscape photography atau object photography lainnya. Perhatian subjek tidak pada kamera, tetapi pada apa yang sedang mereka lakukan. Subjek benar-benar dalam situasi tak di-pose-kan, dan difoto tanpa ‘rencana’. Foto candid biasanya sederhana tetapi justru memberikan gambaran kehidupan yang lebih jujur.
Nih dia tipsnya :
  • Selalu bawa kamera kemana saja.
  • Selalu siaga untuk candid situation, hal menarik ada dimana saja, dan itu tak akan pernah terulang untuk kedua kalinya.
  • Jangan pernah pusingkan tentang tehnik lighting saat motret candid. Konsentrasilah pada kesederhanaan komposisi , setting lensa di autofocus. Masalah teknis tidak akan terlihat jika kita mendapat foto candid yang bagus. Overbright atau under masih bisa diperbaiki di image editor.
  • Set angka ISO kamera ke ISO 400. itu akan memberikan peluang bisa memotret dengan shutter speed yang lebih cepat, sehingga akan sangat membantu saat kita memotret objek bergerak.
  • Berusahalah menyatu dengan orang-orang di sekitar, biar tak terasa menjadi asing dan tetap nyaman, sehingga kapanpun anda mau angkat kamera dan melihat viewfinder bisa anda lakukan dengan leluasa.
  • Kadang-kadang tidak selalu harus memotret dari eye level. Beberapa foto spektakuler bisa anda hasilkan dengan memotret dengan kamera yang benar-benar jauh dari mata (bisa diangkat ke atas, atau njepret dari pinggang pas kamera tergantung, atau meletakkan kamera anda tepat diatas permukaan tanah), tentunya dengan memperkirakan jatuhnya fokus di titik yang dikehendaki. Tentunya tekhin ini memerlukan latihan dan kepekaan yang cukup. Kecuali ada features live preview di LCD kamera anda.
  • Gunakan zoom lens jika harus menjaga jarak dengan subjek.
  • Jika anda punya hubungan kekerabatan dengan subjek, wide lens lebih baik karena bisa menangkap objek lengkap dengan keseluruhan moment dan event saat itu.
  • Coba konvert foto ke Black and White untuk mendapatkan extra punch dan emosi subjek.
  • Foto orang yang sedang melakukan sesuatu adalah foto candid terbaik dan coba untuk memotret hal penting yang subjek sedang lakukan.
  • Tips terakhir dan yang paling penting : Bereksperiment lah!

Semoga Berguna.....ayo semangat.!!

read more...

1/29/2009

Pelabuhan Badas - Sumbawa








Horeeeee......liburan yang lumayan singkat buat jalan-jalan ke Sumbawa, lumayan buat nambah koleksi foto, hehehehe....thanks to Samsung buat kamera digitalnya.....










read more...